• 4

    Sep

    Bumblebee Hadir di Surabaya

    Seorang model disamping sedan sport mewah Chevrolet Camaro 2010 yang dipamerkan di Plasa Tunjungan III Surabaya, Kamis (3/9/2009). Mobil ini desainnya mirip Bumblebee, salah satu lakon di film Transformers.
  • 23

    Jul

    Maaf, Aku Tlah Selingkuh

    Demam fesbuk, jujur membuat semua orang yang selama ini gila blogging telah berpaling. Atau setidaknya, menyisihkannya sementara. Semua mata tertuju ke situs jejaring sosial yang sempat menuai pro kontra buntut dari fatwa haram. Di fesbuk, cukup pasang status, so komentar ke status milik kawan selesai. Atau jika ingin lagi bermain pencitraan dengan membubuhi foto-foto eksennya masing-masing. Uniknya lagi, fesbuk sudah seolah menjadi peta kehidupan seseorang. Tanpa sadar, mereka memamerkan aktifitasnya dari menit ke menit dari tempat ke tempat dari siapa ke siapa dan sedang ngapain dan diapain. Setiap orang bangun tidur dan mau tidur lihat komentar atau pasang status yang unik dan nyleneh yang diharapkan akan menuai komentar dari kawan onlinenya. Bahkan tak kadang, status yang dipasang
  • 14

    Jun

    Masih Teringat Keringat SBY

    Lima tahun lalu, tepatnya aku lupa. Namun saat itu, pukul 04.00 Wib pagi aku sudah nyampai di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Setelah menempuh perjalanan darat yang melelahkan, akhirnya aku tiba di Alun-alun Blambangan. Beserta 2 kawan, aku istirah sejenak menanti di lapangan rumput setelah berbincang dengan Ketua DPC Partai Demokrat saat itu, lupa namanya (yg jelas saat ini dia lolos masuk DPRD Jatim). Ya! Saat itu adalah untuk pertama kalinya Susilo Bambang Yudhoyono alias SBY akan menggelar kampanye sebagai untuk partai yang dibentuknya setelah mengundurkan diri dari kabinet Megawati Sukarnoputri. AKhirnya, saat-saat yang dinantikan tiba. SBY didampingi Ny Ani Yudhoyono tiba. Sebelum orasi politik, SBY dan istrinya duduk di tenda yang disiapkan. Karena cuaca yang terik. Dari dahi
  • 29

    May

    Guru SDN Pun Tak Ingin Gaptek

    Tak ada kata terlambat! Itulah prinsip para guru SDN Percobaan (SDNP) Surabaya yang berada di Gedangan, Sidoarjo. Meski gedung sekolahnya dikepung persawahan namun niat untuk tidak gagap teknologi cukup besar. Salah satunya mereka ingin mengetahui seluk beluk internet hingga buku harian online alias blog. Tak hanya nafsu ngeblog yang tinggi, deman facebook yang belakangan ini heboh karena munculnya pro kontra di kalangan ulama juga dibahas. Mereka mangut-mangut saat diajak menjelajah situs jejaring sosial dan pertemanan itu. Kepala SDN Percobaan, H Sukro menyatakan bahwa para guru sangat perlu memahami pesatnya teknologi informasi. Sebab tidak dipungkiri saat ini banyak guru yang masih ketinggalan. “Dengan paparan tentang blog dan cara membangunnya maka kita semua mendapat pencera
  • 6

    Apr

    Surabaya Creative Community Fair

    Selama dua hari mengikuti even ‘Surabaya Creative Community Fair’ yang digelar di Plasa Tunjungan II Surabaya, stand komunitas Detik Surabaya Community (DSC) dan d’Blogger Suroboyo banyak diserbu pengunjung. Foto-foto kegiatan sosial yang dipamerkan DSC dan d’Blogger pun menyedot perhatian. Diantara foto yang dipajang antara lain menggambarkan baksos Mbok Darmi di RS Haji Surabaya, Baksos Korban Zakat maut di Pasuruan, baksos korban banjir di Bojonegoro maupun di Pakal Surabaya. Tak cukup itu, kegiatan komunitas yang masih seumur jagung ini seperti wisata kuline, kampanye kebersihan Suroboyo Resik Ma...
  • 31

    Mar

    Internet Murah, Hore atau Aduh

    Sungguh terkejut mendengar janji Menkominfo M Nuh yang akan menurunkan tarif internet di Tanah Air. Alasannya agar pengguna internet semakin merata hingga pelosok. Rasa kaget bukan karena keberaniannya pemerintah melontarkan niat baiknya itu. Tetapi dampak yang bakal terjadi di masa mendatang bila tarif internet benar benar super murah. Pengalaman saat ini, baik yang rasakan maupun keluhan dari sahabat dengan harga tarif sekarang aja, kualitas layanan akses internet minta ampun. Tidak ada jaminan dari ISP yang setiap bulan kita bayari. Kalau tidak lelet, tiba tiba ada gangguan. Jujur saya pernah mencoba berlangganan ISP plat merah. Namun baru 2 hari, eh mogok. Tak tanggung tanggung, hampir 2 minggu tak bisa digunakan. Petugasnya bolak balik ke rumah membetulkan, tapi tak ada hasil. Luc
  • 12

    Mar

    Sebagai Warga Berhak Protes

    Tengah malam, aku mendapat sms yang isinya ajakan untuk demo ke kantor Satpol PP Surabaya. Saat itu aku gak tahu, ada apa masalahnya. Setelah baca di fesbuk, ternyata demo itu untuk solidaritas terhadap salah satu wartawan yang istrinya diciduk oleh Satpol PP karena dituding PSK. Pagi hari, aku mendapat lagi SMS. Isinya sama. Dan sekitar pukul 11.00 WIB, benar ada demo di Kantor Satpol PP di Jalan Jaksa Agung Suprapto, Kamis (12/3/2009). Puluhan wartawan demo mengecam tindakan arogansi yang membabi buta itu. Mohon maap, saya tidak bisa ikut dalam aksi solidaritas. Sebagai pribadi, saya turut mengecam kebrutalan aparat pemerintah yang tanpa mau menerima penjelasan dari bersangkutan bahwa dia bukan PSK. Bahkan suaminya yang saat itu ada di situ pun, penjelasannya tak dihiraukan. Sekali la
  • 10

    Mar

    Ego

    Profesional, saya sepakat. Tetapi kalau terus kayak kaca mata kuda, saya tidak sependapat. Apalagi jika kaca mata diterapkan di sebuah perusahaan. Yang terjadi ego sektoral! “E ini bukan kerjaanku. Ngapain susah-susah” kalimat itu yang mungkin saja bisa muncul dari para pekerja yang mengaku profesional. Saya sepakat dengan konsep Jawa, gotong royong. Ada saatnya jika kita untuk saling membahu, memikul bareng. Segala pekerjaan jika dikerjakan bersama pasti akan lebih ringan. Namun, beda jika satu sama lain terkesan cuek. Bahkan akan merasa senang, jika kawannya kesusahan karena pekerjaannya yang belum rampung. Sebab kita hidup di tidak sendiri. Suatu saat, tentu akan memerlukan pertolongan orang lain. Orang disekitar kitalah yang suatu saat akan menjadi orang pertama yang a
  • 7

    Feb

    Dikalahkan Wii

    Setelah sekian tahun puasa nge-game, akhinya hatiku tertambat ke benda kotak yang biasa disebut Wii.Awalnya sih aku memang tidak suka apapun yang game, termasuk PS. Meski dua yuniorku setiap hari merengek minta dibeliin PS2, aku menolaknya.Bukannya pelit, tapi aku memang tidak ingin keturunanku terjebak di depan TV sambil tangannya penyet-penyet sticknya. Namun suatu hari,ketika aku dan dua yuniorku dan ibunya jalan-jalan di Sutos kok tiba-tiba ingin mampir ke toko mainan.Dan mata anakku tertuju ke Wii yang memang kebetulan sedang didemonstrasikan penjaganya. Kami berempatpun mencobanya.Meski sedikit kagok, kami tetap mencoba. Kita sepekat memilih kaset olah raga,antara lain tenis, tinju, golf, softball dll. Setelah beberapa menit adaptasi,kita pun menjadi ‘mahir’. Stick ni
  • 28

    Jan

    Kegembiraan di Tengah Keterbatasan

    Liburan Imlek 25-26 Januari 2008 benar-benar bermakna bagiku (mungkin juga teman-teman di kantor). Meski 2 tahun berlalu, akhirnya bisa juga berkumpu (meski tak lengkap)l, senang-senang menghirup oksigen pegunungan. Di tengah keterbatasan (Soalnya swadaya), kami berusaha menikmati liburan yang cukup lama telah dinanti-nantikan dan diimpikan. Mimpi awalnya sih rafting di Probolinggo lalu dilanjutkan menginap semalem di Bromo. Namun terpaksa rencana itu kandas, karena kantong yang cukup-cukup tipis. Kemudian, diganti memancing di pacet dan stay di Kota Batu. Namun kembali renc...
  • 5

    Jan

    Sok Sibuk Bersama BB

    Blackberry (BB). Sebuah kotak yang saat ini menjadi idola bagi mereka yang mengaku sok sibuk dan sok butuh komunikasi cepat, kapanpun di mana pun dan saat apa pun. He he he he orang sibuk minum eh salah pegang Blackberry. Hasil jalan-jalan di cak google, aku menemukan beragam bunyi-bunyian yang mendewakan si BB. Ada yang promosi, ada yang merasa beruntung bisa kerja karena si BB. Inilah beberapa penggal yang aku kutip. Didukung dengan jaringan data (GPRS/3G) yang telah digunakan di 50 operator di 30 negara, menjadikan BlackBerry dari Matrix sebagai salah satu pilihan. Layanan BlackBerry mengusung kemudahan akses email melalui jaringan seluler. … Namun jangan ceroboh menyimpan Blackberry Anda. BlackBerry tampaknya makin populer dan berhasil menciptakan segmentasi sendiri.
  • 5

    Jan

    Dua Hari di Rumah Sakit

    Benar! Rezeki, jodoh dan kematian di tangan Tuhan. Tidak ada satupun yang bisa berkelit ketika sang pencipta alam semesta ini menjatuhkan vonisnya. Namun, sebagai hamba kadang kita lengah. Upaya, usaha untuk meraih asa yang mentok membuat berpasrah diri. Dalih-dalihnya menanti takdir. Saya baru memahami bagaimana upaya manusia mempertahankan nafas ketika Sang Khaliq bersiap datang menjemput. Ketika di RS dr Soetomo, saya menunggu saudara yang sakit. Saat itu cukup kritis. Semua keluarga berkumpul berdoa dan mengikhlaskan apapun yang terjadi. Semua sudah siap ketika hal terburuk terjadi. Detik demi detik terus berlalu dan cukup menegangkan. Saya begitu tegang di depan saudara yang sudah tak mampu berbuat apa-apa. Kegagahan ketika masih segar bugar seolah larut tak berbekas. Alhamdullill
  • 1

    Jan

    Tak Bisa Kulupakan Tahun Baruan Di Tengah Banjir

    Detik-detik pergantian tahun 2008 ke 2009 terasa cukup indah dan menyenangkan.Lebih indah dari pergantian tahun 2007 ke 2008 yang bagi aku terasa sangat menyiksa. Sampai detik ini aku belum bisa melupakan kenangan pukul 00.01, 2008. Semoga kenangan pilu itu tak terulang padaku di masa-masa mendatang. Penasaran ya? Tahun baru 2008, aku terpaksa merayakan ditemani banjir di Bojonegoro. Hampir satu pekan aku terjebak di jantung kota Bojonegoro karena saat itu banjir yang luar biasa. Meski aku lahir di Bojonegoro, namu...
  • 25

    Dec

    Pura Pura Peduli

    Mencoba, pura-pura atau serius peduli sih?
  • 21

    Dec

    Selamat Bang...

    Saya tidak bisa memenuhi undangan dari seorang kawan. Kawan saya mengundang untuk menghadiri lauching website pribadi Ketua DPC PDIP Surabaya Saleh Ismail Mukadar. Sekali lagi saya mohon maaf tidak bisa memenuhi undangan yang saya anggap sebagai sebuah penghormatan besar. Kebetulan hari libur, saya memang sudah terlanjur janji jalan-jalan dengan dua yuniorku sehingga tak bisa hadir di acara launching yang digelar di di RM Taman Sari, Surabaya, Minggu (21/12/2008). Tapi tak mengapa. Meski saya tak bisa menyaksikan detik-detik peluncurkan website Bang Saleh secara langsung, saya berusaha mencari tahu sendiri. Mimggu sore usai jalan-jalan sama anak, saya mampir di kantorku dan segera membuka laptop. Website milik Bang Saleh segera saya klik. Rasa penasaran saya cukup tinggi, sebab website
  • 20

    Dec

    Maksiat Center

    Suatu ketika saya ngobrol dengan si bondet, tetanggaku. Biasalah, obrolan warung kopi ya begitu itu, ngalor ngidul ra karuan. Namun yang membuat saya bak tersambar petir, dia mendesak saya untuk mencalonkan diri sebagai walikota surabaya periode 2010-2015. Ha? “Edan cah iki,” batinku. Si bondet bersedia menjadi tim sukses, jika saya bersedia. Bahkan dia diam-diam sudah membuat program sedabrek untuk Kota Pahlawan jika saya bersedia maju dalam pencalonan. Ha? Saya harus melawan Arif Afandi, Bambang DH, Saleh Ismail Mukadar dan segudang nama tokoh politikus di Surabaya yang sudah malang melintang. Sedangkan ...
  • 20

    Dec

    Disyukuri

    Asyikkk! Aku sangat seneng! Beberapa politikus di Kota Pahlawan akhirnya mau nyemplung di dunia maya. Mereka ramai-ramai dan bangga memiliki blog maupun domain sendiri. Mudah-mudahan tak mubazir. Kenapa mubazir? Ya iyalahhhhh. Punya url namun hanya dikantongi sendiri. Ternyata mereka mengira dengan memiliki media di dunia maya secara otomatis, dirinya akan mudah dan sangat cepat terkenal. He he he he he. Sulapan kali! Apalagi juga postingannya seenake dewa. Ampun deh jika menengok postingannya, seminggu sekali atau mungkin ada yang sebulan sekali. Tapi apapun itu, harus disyukuri karena sebelumnya mungkin saja mereka tak menganggap dunia maya sama sekali.
  • 18

    Dec

    Menanti Fitnah

    Fitnah. Kata orang lebih kejam daripada pembunuhan. Ternyata memang gak enak jadi korban fitnah. Apalagi difitnah oleh orang dekat sendiri yang mungkin juga satu atap dengan kita. Tapi itulah dunia. Itulah sebuah komunitas. Itulah sebuah kerumunan. Tempat berkumpulnya banyak kepala. Kepala yang di dalamnya ada seonggok otak. Tentunya lain otak lain belalang. Dan hati-hati yang memiliki kebiasaan ‘unik’. Karena kebiasaan itulah biasanya dijadikan sumber untuk memfitnah. Tetapi kebiasaan tidak mesti jelek dan menyakitkan walah kadang terasa pahit. Dari dari fitnah kadang ada hikmah. Fitnah kadang membantu kita menemukan siapa lawan dan siapa kawan yang sejati. Jadi janganlah takut difitnah. Fitnah kita jadikan barokah. Fitnah kita jadikan sahabat dalam hidup. Fitnah sungguh m
  • 18

    Dec

    Tambang dan Duit

    Setiap ada permasalah mengenai proyek tambang sumber daya alam mesti selalu dibumbui cerita bagi-bagi duit. Hmmm…ternyata masih ada penyelesaian dengan duit untuk membungkam. Saya mendapat cerita dari teman-teman di daerah. Bahkan pengusaha tambang itu ngotot meminta nomer rekening segala. Duh….! Brengsek bener sih. Saya sendiri tidak tahu sendiri, karena memang tidak ditawari langsung oleh si pengusaha yang mengeruk hasil bumi seenaknya itu. Emang zaman sekarang budaya mengunci mulut masih ampuh dengan segebok uang. Mungkin iya dan mungkin saja tidak. Semua itu dikembalikan ke moral teman-teman dan para bos-bosnya. Semoga…semoga…semoga…semoga…semoga….saya tidak tergiur suap ……..
  • 17

    Dec

    Tolak Gaji Buta

    Seorang prajurit gelisah. Dia setiap hari menenteng senjata ke mana-mana namun tak pernah digunakan sebagaimana fungsi semestinya senjata. Dia berharap menanti tugas untuk perang melawan musuh. Tapi tugas yang dinanti hanya khayalan belaka. Akibatnya setiap hari dia merenung. Dia merasa berdosa. Kenapa? Alasannya karena dirinya merasa menerima gaji buta. Terima gaji tapi tak pernah berbuat apa-apa untuk negara. Bahkan saking jengkelnya dia pernah demo ke komandannya. “Siap komandan! Saya minta tugas. Saya stres jika diam saja! Siap laksanakan komandan!” katanya saat menghadap komandannya. Karena pimpinannya tak memberinya tugas. Dia kecewa. Lantas dia berinisiatif melalkukan pekerjaan lainnya. Misalnya membersihkan pagar, lemari, memotong rumput dan lainnya. Pokoknya dia in
  • 14

    Dec

    Zaman ke Zaman

    Perkembangan teknologi juga mempengaruhi perkembangan dalam dunia jurnalistik. Perubahan itu juga memberikan ruang yang besar bagi masyarakat untuk bisa sebagai pewarta foto atau citizen photo journalism. Bila jaman dahulu, foto dan berita hanya didominasi oleh wartawan namun saat ini seluruh masyarakat bisa menjadi wartawan. Media massa telah menyediakan tempat bagi masyarakat. Demikian pernyataan yang disampaikan oleh pembicara dalam “Ngobrol Sehari Perkembangan Fotografi Jurnalistik dari Zaman ke Zaman”, yang digelar Komunitas Jurnalis Online Surabaya (KJOS) di kampus STI...
  • 26

    Nov

    Dari TeVe Mana?

    Suasana di ruang eksekutif Markas Polwiltabes Surabaya, Selasa (25/11/2008) cukup ramai. Puluhan wartawan berkumpul di tempat itu. Demokah? Bisa dibilang begitu. Kuli media ini diterima oleh Kapolwiltabes Kombes Pol Bambang Suparno. Kedatangan wartawan yang dimotori Ketua Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Jatim, Hasan Sentot ini untuk mengklarifikasi dan menuntut permintaan maaf dari kepolisian. Sebab seorang wartawan Trans TV menjadi korban pemukulan seorang perwira di Polresta Surabaya Timur saat meliput protes mahasiswa atas penggusuran PKL di Jalan Dharmawangsa, akhir pekan kemarin. Kamera milik Nico itu dipukul 2 kali saat sedang merecord peristiwa pemukulan mahasiswa yang dilakukan polisi berpakaian preman itu. Di tengah jalannya audiensi itu, ada yang menarik perhatian
  • 24

    Nov

    Maling Teriak Maling

    Mungkin cukup sebal membaca tulisan saya yang satu ini. Untuk kesekian kalinya, penulis kembali mengangkat isu pencurian berita. Hah? Kenapa mencuri? Karena pengambilan berita itu tanpa kulonuwun atau izin kepada sang empunya. Pencuri berita lebih bisa beruntung. Jika ketahuan mereka tak sampai babak belur. Namun lihat saja jika ada pencuri motor atau ponsel yang ketangkep. Pasti wajahnya akan babak-belur dihakimi massa. Tak cukup dibenjuti, wajah pelaku pun dipasang di media tanpa ada upaya menegakan azaz praduga tak bersalah sedikitpun. Namun pencuri berita ini lebih beruntung. Meski terang-t...
  • 24

    Nov

    Banggalah dengan Kekurangan

    Suatu ketika, temanku belanja di sebuah supermarket. Dengan seksama dia meneliti kemasan sebuah makanan yang hendak dibelinya. Dibolak-balik kemasan makanan impor. Dia nampaknya tak ingin ada cacat pada kemasan itu. Temanku satu ini memang menomorsatukan kemasan jika tertarik membeli barang atau sesuatu. Setelah 10 menit meneliti kemasan, dan dipastikan tak ada cela. Diapun menuju ke kasir untuk membayar. Namun alangkah kagetnya ketika tiba dirumah. Dia marah-marah gak karuan. Kemasan yang bersih dan bagus itu dibantingnya. “Jangkrik. Isinya busuk,” katanya dengan sewot. Pengalaman dari kawan ini membuat aku menjadi tersadar. Bahwa kemasan tetaplah kemasan. Dikemas secantik atau sebagus apapun, kualitas isi tetaplah nomor satu. Setelah apa yang dialaminya itu, kawanku mul
  • 21

    Nov

    Lama Karena Bingung

    Kok lama gak ada posting baru? itulah pertanyaan yang datang bertubi-tubi ke daku dari rekan sekantor. Iya! Jujur saya lagi buntu ide. Buntu alias gang buntu. Mau nulis apa ya bingung. Kehabisan inspirasi. Kadangkala ingin nulis tapi ilang lagi moodnya. Kenapa ya? aku juga tak tahu! Jadi mohon maaf jika sementara ini daku libur menulis. Sebenarnya menulis sih tetap, tapi gak di blog gitu lohhh….. Sekali lagi daku mohon maap ya….
  • 3

    Nov

    Memimpikan Amrozi

    Capek rasanya. Dari detik ke detik selalu saja yang terdengar hanyalah rumor. Tak ada yang tahu pasti kapan sebenarnya Amrozi cs dieksekusi. Karena tuntutan tugas maka detik, menit hingga jam pun berlalu begitu saja. Dari siang hingga malam dan kembali pagi hari. Di dalam otak hanya satu keinginan, menyelesaikan tugas. Di Desa Tenggulun Kecamatan Solokuro Kabupaten Lamongan, aku dan Steven mendapat tugas untuk mengawal proses eksekusi terpidana mati Bom Bali I. Namun ya itu, kapan pastinya tak ada yang tahu. Kejaksaan Agung hanya menyebut tidak lebih tanggal 15 November eksekusinya. Tentunya butuh 15 hari untuk menanti detik-detik menegangkan itu. Konsekwensinya ya itu tadi. Aku harus begadang sambil menunggu waktu eksekusi pelaku pengeboman yang menewaskan sedikitnya 202 orang pada ta
  • 25

    Oct

    Maaf....

    Aku mau belanja sesuatu tapi terpaksa kuurungkan. Mendadak aku berubah pikiran. Yang pasti sesuatu telah membuat langkahku berhenti. Ini dia jawabannya: Jawabannya: aku juga bingung. Apa itu, gak tahu. Aku juga bingung mau belanja apa. Sekali lagi bingung. Mungkin aku harus tidur dulu biar tak bingung. Ketika tidur aku bermimpi. Di mimpi itu, aku sedang belanja. Banyak sekali belanjaanku. Tiba-tiba aku teringat. Ini hanyalah mimpi. Aku baru sadar, setelah menaruh tas berisi belanjaanku di samping, aku pun terlelap di bangku taman. Aku mimpi, kali ini aku mimpi diingatkan jika aku harus belanja. Ya aku lupa. Aku mendapat mandat untuk membeli sesuatu. Aku pun bergegas. Aneka barang titipan sudah aku sambar. Aku bergegas ke kasir. Sekali gesek, semua masalah menjadi tuntas. Karena capek,
  • 8

    Oct

    Rois dan Laptop Mininya

    Selamat untuk Rois. Kawanku satu ini tak pantang menyerah. Meski sempat adu batin, akhirnya dia memutuskan untuk memiliki sebuah laptop. Sizenya pun dipilih yang mini juga. Salut untuk Rois. Semoga kawan-kawannya menyusul…… malu ah dengan Tukul! Ayo Imam…Mak Iwul juga….si black steven bagaimana…? Mbak Adira menanti dengan tangan terbuka lo…..
  • 7

    Oct

    Tanpa Lilin

    Tambah lagi usia semoga bertambah pula rezekinya. Hari ini aku merayakan ce ileee….tanpa tiupan lilin. Maklum sudah tua, dan sayang jika uang dibelikan lilin yang hanya digunakan untuk sesaat. (maap bukannya pelit). Terima kasih teman- teman…
  • 6

    Oct

    Mak IWUL, Pengganti Mak Erot

    Gak mau banyak komentar ah…. Ira alias Mak Iwul di masa depan….. Gosipnya mau nggantiin Mak Erot neh…..  
  • 6

    Oct

    Ribut Lagi Setelah Senyap

    Setelah hampir sepekan kantor sunyi senyap karena libur lebaran, hari ini kembali riuh. Apalagi ketika Irawulan alias Bum-Bum alias Mbok Berek menginjakkan kaki di ruang depan. Gedubrak..gedubrak… Teman-teman di ruang tengah sudah langsung menebak. “Bakal ramai neh”. Benar! Tak meleset dugaannya. Irawulan yang di kantor tubuhnya paling all size langsung membuat onar. Tanpa ada yang tanya, dia panjang lebar menceritakan pengalaman numu alias numpang mudik dengan suara super stereo plun ngebas. Maklum, Ira asli Kalimantan dan tahun ini tak bisa mudik karena sangunya abis. Bonus dari kantor langsung dihambu...
  • 27

    Sep

    Mudik? Cukup 200 meter

    Mudik…mudik….Mulai tahun ini saya terpaksa tidak bisa pulang kampung. Bukannya tidak punya ongkos, namun karena memang sudah tidak punya kampung lagi. Rumah tempat aku dilahirkan di Kabupaten Bojonegoro sudah berganti wajah. Rumah yang tadinya tempat aku dan saudaraku dibesarkan oleh orangtuanya tercinta telah digusur oleh PT KA. Maklum, tempat kelahiranku itu rumah dinas yang ditempati almarhum bapakku Darsono yang bekerja di PJKA (sebelum berganti PT KA). Rumahku di Desa Sukorejo itu diratakan dengan tanah dan disulap menjadi rumah toko alias ruko yang dibangun investor yang kerjasama bisnis dengan PT KA. Kita semua terusir, tapi untungnya tidak gratisan. Setelah melalui negoisasi yang alot, keluargaku mendapat kompensasi satu unit ruko. Dan ruko jatah itu telah dijual. H
  • 26

    Sep

    14 Tahun yang Lalu....

    Musim mudik telah tiba. Seperti kebiasaannya, semua kesibukan kembali terjadi di semua terminal, stasiun kereta api, bandara, pelabuhan, jalan pantura hingga mal-mal. Semua hilir mudik pulang ke kampungnya masing-masing. Tak peduli tukang, kuli, jongos, dokter, insisyur, direktur, manajer hingga komisarispun disibukkan dengan persiapan mudik. Semua menantikan hari yang fitri untuk saling bermaap-maapan dan berkumpul dengan keluraga besar. Musim mudik tahun ini saya kembali teringat pengalaman yang membuat saya jika mengenangnya akan menangis. Cukup sepele sih sebenarnya. 14 tahun lalu saya yang kuliah di Surabaya mudik ke kampung halaman tercintaku, Bojonegoro. Rute 110 Km aku tempuh dengan menunggang motor kebanggaan keluargaku, Suzuki Jet Cooled 100 CC. Ketika semua menikmati kumand
  • 24

    Sep

    Kebiasaan di Hari Fitri

    Setiap lebaran, selalu tak jauh dari mudik dan maap-maapan. Tak banyak kata dan cincong, aku juga minta maap kepada semuanya. Mungkin selama ini ada salah kata, salah cium eh sorri salah ketik dalam membuat berita. Ini saya sertakan foto-foto yang menggambarkan tren di setiap ramadan tiba. Katanya seribu kata cukup terangkum dalam foto. Sorri ini wajah Ira yang nampang looo. Sumpah bukan aku!!!
  • 24

    Sep

    Temanku di Buka Puasa

    Undangan berbuka puasa mengalir deras melalui SMS mampir ke ponselku. “Jangan lupa datang ya” itu kalimat yang selalu mengakhiri setiap pesan yang kubaca. Saking begitu banyaknya, dan kerjaanku -maaf- juga juga tak kalah banyaknya, maka dengan segala hormat aku meminta maaf karena tak bisa memenuhi undangan yang datang bertubi-tubi (sekali maaf jika sok sibuk). Salah satu diantara yang kudatangi adalah dari Wakil Walikota Surabaya Arif Afandi. Meski datang terlambat aku tetap berusaha mampir pada Selasa (23/9/2008) malam. Wuiih…kendaraan para undangan cukup banyak. Aku pun memarkir di paling buncit, kira-kira 200 meter dari rumah dinas mantan pemimpin redaksi Jawa Pos ini. Tak meleset dugaanku. Di dalam rumah hingga halaman penuh sesak para relasi, teman, bahkan mungk
  • 21

    Sep

    Diajak Berubah Kok Susah

    “Diajak Berubah Kok Susah Manusia mempunyai sifat yang berbeda-beda. Oleh karena itu tidaklah kaget jika manusia susah untuk diajak berubah menjadi baik. Contohnya, saat ini polisi Surabaya sedang genjar membrantas kasus suap-menyuap kepada anggota. Namun apa yang didapat korps berbaju coklat ini. Mereka malah mendapat cibiran dari para pengguna jalan yang tertangkap tangan menyuap petugas saat pengendara itu melanggar peraturan. Sampai kapan orang Indonesia mau diajak berubah, padahal perubahan dilakukan dari yang paling sederhana dan kecil, seperti me86 (damai) petugas saat akan ditindak”. Itulah tulisan kawan saya, Zainal Effendi yang diposting di blognya. Saya men
  • 19

    Sep

    Yuk Berlomba Mengalah!

    Mengalah adalah pekerjaan yang mulia. Apalagi jika sikap itu dilakukan demi membahagiakan orang lain. Senang rasanya jika bisa membuat orang lain, tetangga, teman sekantor maupun musuh sekalipun tersenyum. Sayangnya mengalah untuk kebahagiaan orang lain masih belum dianut oleh sebagian orang. Terbukti hampir setiap hari di media diberitakan kasus kasus kriminal. Tak sedikit korban berjatuhan hanya karena disebabkan karena tak mau saling mengalah. Tingginya kecelakaan lalu lintas, diantaranya disebabkan faktor egoisme antara pengguna jalan. Sekali lagi jika diantara mereka bersedia ada yang bersedia mengalah tentunya jumlah korban tidaklah begitu besar. Mengalah tidak harus malu. Dan mengalah tidalah dosa. Mari berlomba-lomba untuk mengalah. Kita akan ikut senang jika orang lain bisa ba
  • 19

    Sep

    Puasa Profesional

    Kadang saya bingung. Apa sebenarnya arti maupun hakekat puasa. Informasi yang saya dapat, dengan berpuasa di bulan Ramadan, maka harus diimbangi dengan ibadah lainnya. Ibadah harus lebih dipertebal. Tidak hanya sholat, tapi juga amal juga ditingkatkan. Salain hawa nafsu harus ditahan. Tidak marah-marah, tidak ngrasani orang, pokoknya hidup harus berbuat baik. Termasuk dari seorang ulama mengatakan ke saya, puasa tidak boleh dijadikan sebuah alasan untuk bermalas-malasan. Bahkan akan berdosa jika karena berdalih puasa lalu mengesampingkan pekerjaan sehari-harinya. Apalagi jika puasa namun yang bersangkutan memilih tidur sepanjang hari atau selalu memanfaatkan waktu senggangnya dengan memejamkan mata dengan alasan agar kuat menunaikan puasanya hingga kumandang Adzan Maghrib terdengar. Sa
  • 19

    Sep

    Bantuan Untuk Keluarga Korban Insiden Zakat

    Penggalangan dana bantuan untuk keluarga korban insiden zakat maut di Pasuruan terus mengalir. Hingga saat ini sudah terkumpul Rp 10.829.529. Dana yang terkumpul akan disumbangkan untuk Andriyani dan ketiga adiknya yang menjadi yatim piatu setelah ibunya, Salamah (50), meninggal dunia terinjak-indak saat ikut berebut zakat. Sepeninggal ibunya, Andriyani (17) dan ketiga adiknya yang tinggal di Jalan Hangtuan Kecamatan Gadingrejo Kota Pasuruan ini menjadi yatim piatu. Sebab sang bapak, Tarjo telah meninggal 2 tahun lalu karena sakit. Kini praktis tanggung jawab Maulana (13), putri (10) dan si bungsu Nova (7) berada di pundak Andriyani. Insiden yang terjadi Senin (15/9/2008) dan menewaskan 21 orang ini menggugah hati pembaca detiksurabaya.com yang tergabung dalam Detikers Surabaya Communit
  • 18

    Sep

    Yuk, Bantu Korban Zakat Pasuruan

    Kisah Andriyani (17) dan tiga adiknya yang menjadi yatim piatu setelah ibunya tercinta Salamah (50) meninggal dunia karena terinjak-injak saat berbaur dengan ribuan warga berebut zakat di Pasuruan cukup menyita perhatian. (Inilah hasil sementara sumbangan dari para dermawan) Tak sedikit yang menyatakan ingin meringankan beban untuk Andriyani dan ketiga adiknya. Seperti diberitakan Salamah adalah satu diantara 21 korban meninggal dunia dan sudah dimakamkan di Pemakaman Gadingrejo, Pasuruan, Senin (15/9/2008). Meninggalnya Salamah praktis tanggung jawab Maulana (13), putri (10) dan si bungsu Nova (7) berada di pundaknya. Sebab selama ini hanya ibunya lah
  • 17

    Sep

    Kisah di Atas Kapal

    Suatu saat teman saya cerita tentang pengalamannya saat menyeberang ke daerah Maxxxx dengan menumpang kapal fery Joko Tole dari Dermaga ‘U’. Sambil menunggu waktu, dia jalan-jalan di dalam kapal yang banyak dipenuhi pedagang makanan dan buah. Diax tertarik melihat buah salak yang ditata cukup apik dan memikat itu. Setelah agak lama membatin, dia pun memutuskan membeli satu kantong tas kresek. Dia memutuskan beli karena kata sang penjual, salaknya manis. Dijamin tidak sepet. Karena janji manis si penjual itulah, temanku nekat memborong satu tas kresek. Isinya sekitar 30 buah. Setelah itu dia pun kembali ke bangku dan berbaur bersama-sama kawannya. Dia ambil 2 salah dan dikupasnya. Namun baru saja menguyah beberapa detik, dia menyemprotkan salah dari mulutnya. “Kok sepet
  • 17

    Sep

    Marketing Radio Rusak

    Sekarang ini lagi musim latah. Saling berlomba memberikan tarif murah. Di bisnis tekomunikasi, contohnya semua orang ramai-ramai gonta ganti nomor teleponnya memburu kartu perdana tarif yang paling termurah dan beragam keistimewaanya. Di sisi lain semua juga berburu perusahaan yang menawarkan gaji tertuinggi. Begitulah janji yang dipromosikan yang membanjiri media maupun di reklame-reklame jalanan. Manusia seolah terbuai dengan janji-janji manis. Impian untuk menikmati fasilitas terus menghantui otak. Namun, tak sedikit saya membaca di surat pembaca berbagai media yang banyak pula mengeluhkan layanan seluler operator yang sebelumnya menjanjikan berbagai keistimewaannya, termasuk tarif murahnya. Pokoknya semua terbuai deh. Fenomena tarif murah ini nampaknya juga merambah di wilayah la
  • 3

    Aug

    Monggo Diampiri...

    Salam semua…kawan, selain bisa menikmati foto-foto di blog ini, juga bisa melongok di situs foto terbaru saya, www.jagoanfoto.com. Ini situs bukan untuk komersial, melainkan hanya sekedar pengganti pigora belaka. Maklum, tidak mampu beli Om. O ya, mohon maaf jika untuk sementara ini foto-foto yang ter-update belum banyak. Belum sempat rekkk….. Salam, Budi ‘Uglu’ Sugiharto
  • 9

    Jul

    "Gubernur Photoshop"

    “Kenapa sih banyak calon gubernur yang melakukan pembohongan publik?”. Pertanyaan tersebut seringkali saya dengar di kantin sebuah kampus. Pembohongan kayak apa sih? Usut-punya usut mereka mempersoalkan gambar-gambar kampanye para calon gubernur Jatim yang sudah dikemas sedemikian rupa. Jika aslinya sudah tua, keriput hingga jelek, namun ketika gambarnya dipasang ee..terlihat bersih, putih, ganteng maupun cuantik. Bahkan ada yang wajah aslinnya bopeng penuh jerawat disulap menjadi bersih mulus. “Pokoknya tidak seindah warna aslinya. Kenapa ya mereka menipu begitu,” tanya Shanti, seorang mahasiswi yang sedang menyantap mie ayamnya. Salah satu mahasiswi yang kebetulan ada di kantin sebuah kampus secara spontan nyahut “Ini gara-gara photoshop. Coba kalau gak
  • 11

    May

    Kamera Mungil, Siapa Takut?

    Menjelang ulang tahun yang pertama, situs kesayangan Anda detiksurabaya.com, mendapat kado yang cukup istimewa. Dua awak redaksinya, Budi Sugiharto dan Zainal Effendi berhasil menorehkan prestasi di bidang jurnalistik. Lomba foto ‘Pengembangan Blok Cepu’ yang digelar AJI Surabaya dan Mobil Cepu Ltd (MCL) tingkat se-Jawa, juara II, III dan harapan II disabet detiksurabaya.com Dari 74 karya foto dari 49 fotografer yang diterima panitia, dewan juri memutuskan Budi Sugiharto sebagai juara II serta juara III dan harapan II diraih Zainal Effendi. Wartawan detiksurabaya.com ini menyisihkan puluhan karya foto yang dibidik oleh wartawan foto kharismatik dari berbagai media di Jawa. Sedangkan Toni Ade Irawan dari Radar Bojonegoro-Jawa Pos Grup) harus puas di peringkat juara harapan
  • 23

    Mar

    Si Cabe Rawit Geber Motor

    Aku punya dua jagoan. Yang pertama bernama Alif, dan adiknya biasa dipanggil Hammi. Kedua Ugik yunior ini menyukai tantangan. Meski masih duduk dibangku TK namun mereka tak takut memacu motor berbahan bakar bensin. Keduanya saling menggeber knalpotnya, meraung-raung di arena offroad di Gresik Jawa Timur. Jamanku dulu, jangankan naik motor, mancal sepeda angin aja susahnya minta ampun. Nah, anak-anak sekarang yang hidup ditengah suasana modern tak lagi ...
  • 23

    Mar

    Si Kecil Main Bola

    Libur panjang memang terasa mengasyikan. Setelah berkutat dengan pekerjaan, rasanya plong bisa berkumpul keluarga. Jika selama ini rutinitas di depan laptop tak bisa ditanggalkan, momentum liburan ini saya memanfaatkan mengantar Alif, jagoanku main sepak bola. Jangan kaget! Jagoan yang pertama ini masih belum genap 6 tahun umurnya. Namun, rasa ketertarikannya pada dunia bola membuat dia bersemangat berpacu meski lawan-lawannya ‘agak dewasa’.
  • 22

    Mar

    SMS Noordin M Top Ada di Tuban

    Benarkah buron terorisme Noordin M Top ada di Tuban? Begitulah pertanyaan dari seorang kawan kepada penulis blog ini. Penulis tak begitu terkejut mendengarnya. Sebab sebelumnya ponsel penulis menerima sebuah pesan dari kontributor The Jakarta Post, Indrasahaputra. Dalam pesan singkatnya, nampaknya jurnalis sebuah harian berbahasa Inggris ini mengabarkan tulisannya tentang penelusurannya di Tuban. Dia menyatakan Noordin ada di Tuban dan sakit. Dalam pesan singkat yang ternyata dijuga disebarluaskan kepada para kawan-kawan jurnalis lainnya itu dia menyarakan untuk membuka blognya. (Maaf url-nya disensor). Tentunya kabar dari jurnalis yang konon telah melalang buana ke sejumlah peristiwa besar di Jatim ini mengejutkan. “Benarkah itu,” tanya seorang jurnalis ke penulis. “Bis
  • 21

    Mar

    Cerita Wartawan Dua Klik

    “Wah kita disindir detiksurabaya neh…” itulah kalimat yang muncul dari seorang kontributor stasiun televisi swasta tertua sata bertemu saya di pojok DPRD Surabaya, Kamis (20/3/2008) siang. Nampaknya kaos yang dilansir detikcom, “Kopi Paste’ cukup membuat para jurnalis yang menjadi pelanggan setia situs terbesar di tanah air ‘tersinggung’. Si kontri itu memang mengakui jika selama ini sering mengambil naskah dari detiksurabaya dan situs tetangga. “Saya kelau liputan tidak ada detik susah,” ujarnya. Jadi kalau tidak ada lokasi liputan, lanjut dia, sejumlah jurnali...
  • 18

    Mar

    Dari Loper, Menwa dan Wartawan

    Jajeli Rois atau Rois Jajeli. Pemuda berumur 28 ini memang tak memedulikan nama yang sering terbalik-balik itu. Yang penting selamat, kata dia. Rois ini orangnya nyeleneh. Si pendek kekar alias pendekar ini dimasa kuliah aktif sebagai resimen mahasiwa di kampusnya Unitomo. Bahkan dia menjadi komandan lo. Dan, entah mengapa dia kok banting stir menjadi jurnalis. “Saya saat kuliah saya juga nyambi loper koran. Kemudian kenal senior yang juga wartawan,” kata Rois mengisahkan. Selama 3 tahun rois keliling untuk mengantar koran. Koran..koran..koran! Rois dikenal sebagai wartawan yang ulet, mokong, teges dan tak ke...
  • 16

    Mar

    Kopdar di Royal Plasa

    Duh asyiknya, pasti seru deh! Selama ini hanya bisa sua via forum detik regional, akhirnya bisa kumpul-kumpul bareng. Kopi darat bokkkk? Ngomong-ngomong yang belum tahu, langsung saja nongol ke Royal Plasa Surabaya, 21 Maret 2008 Pukul 16.00 WIB. Bagi yang masih bingung, langsung bisa email Dila ke ayune_ki@yahoo.com | dila.blogdetik.com. Dijamin rugi kalau tak datang. Rencananya detikers Surabaya Forum ini akan membuat kaos. Nah di kopdar itu nanti sekalian akan dirembug. Desain dan warnanya kayak apa. Udah gak perlu ragu lagi, yang tinggal di Surabaya dan sekitarnya segera meluncur ke Royal Plasa ya. Eit…jangan lupa bawa dompet. Usai makan,
  • 15

    Mar

    Iklan XL Mendukung Poligami?

    Menyaksikan iklan kampanye XL yang tarifnya katanya super murah dibanding operator lainnya, saya cukup tergelitik. Nah, dari tayangan yang cukup menggelikan itu saya jadi bertanya-tanya. Apakah dibalik iklan tarif murahnya itu, XL mendukung poligami? Jawabannya yang tahu hanya XL! Yang pertama, digambarkan seseorang terpaksa harus kawin dengan monyet karena kalah taruhan. Selanjutnya setelah hidup satu atap dengan si monyet, e dia kalah taruhan lagi karena tak percaya ada tarip super murah. Sebab XL menawarkan XL bebas hanya Rp 600 sampe puas bagi pengguna XL bebas untuk menelpon ke semua operator se-Indonesia, baik ke sesama XL maupun ke operator lain dan PSTN se-Indonesia Sebagai taruhannya dia pun harus rela kawin dengan kambing alias si embek. Nampaknya si monyet tak terima. Ternyata
  • 15

    Mar

    Taman Mesum Paling Aman

    Bagi warga Sidoarjo, jembatan layang Jenggolo pasti sudah tak asing lagi. Apalagi di bawah jembatan itu sudah berubah fungsi menjadi lokasi mesum paling aman sedunia. Saya setiap malam kalau pulang selalu melintas di jalan di bawah jembatan itu yang dikelilingi taman sebagai paru-paru kota. Di jalan yang cukup sempit itu, dijejali pedagang kaki lima yang menawarkan aneka makanan. Mulai dari mie ayam, jagung bakar, tempe goreng , es onyen Bandung hingga nasi belut. Pokoknya ingin makan apa, di situ ada. Nah persolaannya, di taman yang penuh PKL itu kini setiap malam selalu disesaki muda -mudi yang berasyik masyu...
  • 15

    Mar

    Demo Turunkan Tarif Internet?

    Hampir setiap hari marak berita tentang tuntutan harga sembako tidak naik. Demo pun digelar di berbagai daerah. Tuntutannya turunkan harga beras dan BBM. Nah, gue ngiri neh. Kenapa sih tidak ada yang demo massal menutut tarif internet diturunkan. Katanya di negara tercinta ini masih kalah jauh dengan negara tetangganya yang tarif berlangganan internetnya sudah sangat murah itu. Lalu Indonesia kapan? Ayok demo ramai-ramai ke Telkom yuk…kita tuntut tarif Speedy dan Telkomnet Instan murah. Biar kita bisa ngenet sesuka hati tak takut tagihan meledak. Gimana para pemilik warnet? Berani gak? Ayo dong bersatu. Kalau gak mau ya sudah, gak maksa kok. O ya, untuk pak menteri Kominfo, tolong perjuangkan nasih internet sakau ini. (jeritan hati dari pribadi saya)
  • 15

    Mar

    Kuis Jempol dan Si Ira?

    Aku punya kawan. Namanya Ira. Meski bertumbuh tambun namun tetap lincah. Cewek lulusan Stikosa-AWS ini hanya kumat budreknya jika pas tanggal tua. Semua orang di kantor bakal kena semprot. Jadi karena tanbun, ssstt.. (ini rahasia, jangan bilang siapa-siapa) dia telah menghancurkan kursi di kantor. Tak tanggung-tanggung, dua kursi remek kena bom pantatnya. Nah, jika waktu senggang. Teman-teman lainnya sering menggodanya dengan memberi kuis. “Ayo jempolnya Ira ada berapa?”, spontan dijawab serempak ‘Sepuluh…’. Kok bisa? Jawabannya adalah rahasia. Kelebihan dia, selain bobotnya adalah rasa percaya...
  • 15

    Mar

    Antara Detikcom, Santri dan Telkom

    Menjelang Gus Dur lengser sebagai presiden, saya merasakan kisah lucu ketika menunaikan tugas untuk meliput di Pondok Pesantren Langitan, Widang, Tuban. Di ponpes yang dipercaya memiliki kharisma itu, berkumpul sejumlah ulama dari Jawa Timur. Kyai Abdullah Faqih, sang pengasuh pondok sebagai tuan rumah tentunya. Nah, ketika hendak masuk ke lokasi ternyata sudah dijaga ketat oleh para santri. Wartawan memang dibatasi untuk bisa meliput acara para ulama itu. Saya yang datang naik mobil distop. “Berhenti. Anda dari mana dan mau apa,” tanya mereka. Saya jawab, Saya dari detikcom. Mau liputan. “O dari Telkom, silahkan masuk,” pinta mereka membuka barikade. Saya yang mendengar hanya diam dan geli. Saya sebenarnya mau protes, tapi saya tahan. Saya pun bergegas masu
  • 15

    Mar

    Kopi Baru Itu Kopi Paste

    Anda pasti tahu kopi cap Kapal Api atau Nescafe. Ada lagi yang bermerek Brontoseno atau kopi luwak. Tetapi dijamin Anda belum pernah mendengar kopi jenis baru. Produk anak negeri ini bermerek ‘Kopi Paste’. Rasanya? “Luar biasa”. Warnanya pun bukan hitam seperti kopi pada umumnya. Dan kopi ini tidak bisa ditemui di warung-warung atau kafe yang biasanya untuk nongkrong sambil mengisap sigaret. Lalu di mana? Kopi paste ini hanya bisa dicicipi dengan syarat Anda harus menyalakan komputer dahulu. Eit jangan salah dulu. Lagi-lagi ini bukan kopi yang bisa dibeli secara online. Opo tok sakjane? Yang pasti...
  • 15

    Mar

    Wong Ndeso Nyoba Ngeblog...Gak Mau Goblok

    Bergelut di depan komputer dan tiap hari browsing ternyata belum sepenuhnya jaminan orang untuk bisa berkarya meski sekedar memperindah blog. Aku punya kawan. Dia tinggal di Jakarta. “Piye carane nggawe blog sing apik. Aku ra iso ki,” kata dia saat chatingan sama aku. Dia mengakui bahwa baru mencoba blog kali pertama. Dan dia merasa kesusahan untuk mempecantik tampilan blog dia. “Piye carane supaya apik kui,” tanyanya lagi. Nah, persoalannya aku sendiri juga masih taraf belajar. Ya kujawab singkat aja, “sik..sik..aku yo podo belajare” Inilah fakta bahwa yang setiap hari ...
  • 14

    Mar

    Jangan Mudah Menyerah

    Menyaksikan pacuan kuda sudah biasa. Namun jika sepeda balapan dengan kuda tentu susah ditemui. Apalagi medannya cukup berat, lautan pasir. “Waduh berat sekali. Ngoyo banget,” kata Ugik yang nekat menantang dua penunggang kuda di Bromo. Bagi Ugik, sebuah tantangan tersendiri untuk memacu sepeda pancalnya di medan pasir. Apalagi suhunya cukup dingin.
  • 14

    Mar

    Terdampar di Sidoarjo

    Siapa yang sangka jika aku, istri dan dua jagoankan bakal terdampar di subuah kota yang konon sudah tidak mempunyai masa depan karena dikoyak lumpur Lapindo. Kota yang hanya berjarak hanya 20 kilometer dari Surabaya ini memang mendadak menjadi topik istimewa. Setidaknya itulah yang terjadi dua tahun terakhir. Hampir di penjuru desa di dunia ini pasti sudah tak asing dengan kota yang bernama Kabupaten Sidoarjo. “Apanya lumpur, masih jauhkah, kok tidak takut sih,” itulah pertanyaan yang datang bertubi-tubi ke saya saat memutuskan untuk boyongan ke Sidoarjo. Saya hanya tertawa mendengar kekhawatiran orang. Dalam h...
-

Author

Follow Me

Search

Recent Post


Categories

Archive